Peserta Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Tahun 2024 Berkurang

Selasa | 14 Mei 2024 | 07:39:11 WIB
Kejaksaan Agung RI

FOTO : ISTIMEWA/MEDIAKOTA

MEDIAKOTA.COM,- Manggar, Belitung Timur - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belitung Timur kembali menggelar Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2024. Sebanyak 40 siswa dari SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kabupaten Beltim mengikuti Lomba yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Beltim. Senin (13/5/2024).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Beltim, Mudiarsono mengatakan Lomba Bertutur akan berlangsung selama empat hari, dari Senin (13/5/24) hingga Kamis (16/5/24). Setiap peserta akan diberikan waktu 15 menit untuk menuturkan cerita di hadapan para juri.

" Ceritanya kita yang tentukan, semuanya ada 5. Ceritanya merupakan kisah atau legenda rakyat Belitong, peserta tinggal memilih," ungkap Yayan sapaan Mudiarsono.

Diakui Yayan, jumlah peserta lomba tahun ini berkurang. Jika tahun 2023 lalu peserta mencapai 50 orang lebih. Selain bertepatan dengan Lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), panitia juga membatasi kelas peserta.

" Tahun lalu memang untuk anak SD/MI semua kelas. Namun tahun ini kita batasi hanya sampai kelas 4 saja," jelas Yayan.

Pembatasan ini mengingat pemenang atau juara I akan mewakili Kabupaten Beltim untuk mengikuti lomba yang sama di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

" Kita ikut aturan dari Provinsi, peserta hanya sampai siswa kelas 4 SD/MI saja. Jadi nanti diambil satu pemenang perwakilan Kabupaten," kata Yayan yang didampingi Kepala Bidang Perpustakaan, Sulastini.

Tahun lalu juga selain Lomba Bertutur, DPK juga menggelar Lomba Menulis Cerita, sayangnya tahun ini Lomba tidak terlaksana. Hal ini lantaran terbatasnya anggaran untuk lomba.

" Anggaran kita terbatas, padahal di tingkat Provinsi juga ada juga Lomba Penulisan Cerita yang digelar Kantor Bahasa," ujar Yayan.

Sementara itu, Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar menilai jika animo anak-anak sekolah untuk bercerita atau bertutur sudah mulai berkurang. Faktor digitalisasi dan kurangnya kepedulian orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya membuat anak-anak jadi kurang berminat.

" Kalau saya lihat, secara umum memang minat anak-anak untuk bertutur sekarang berkurang. Beda dengan jaman kita dulu," kata Khairil

Padahal menurut Khairil kegiatan bertutur sangat baik untuk mengembangkan potensi anak terutama dalam hal mengasah kemampuan literasi siswa dan komunikasi anak.

" Minat baca mereka dan pengembangan imanjinasi meraka akan berkembang. Makanya kita sangat mengapresiasi adanya Lomba Bertutur ini," ujar Khairil.

Untuk itulah Mantan Camat Simpang Pesak ini meminta agar Lomba Bertutur tidak hanya dilaksanakan di tingkat Kebupaten saja namun mulai dilaksanakan di tingkat Kecamatan.

" Anak-anak kita harus disibukkan dengan membaca, bukan hanya sekedar memainkan gawai atau hp. Sehingga pergaulan dan interaksi sosial mereka juga berkembang," pinta Khairil.

Selain itu pula, Khairil meminta agar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga menggelar lomba-lomba lainnya seperti Lomba Ngelasak dan Begalor. Sehingga Lomba akan lebih meriah sekaligus melestarikan adat budaya Belitong. *